2.010 tenaga kesehatan di Kab. Pasbar, Sumatera Barat akan mendapatkan vaksin COVID-19.

SHOOTLINES.COM | PASBAR SUMBAR —  2.010 tenaga kesehatan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat akan mendapatkan vaksin COVID-19.

“Benar, kita telah melakukan pendataan terhadap tenaga kesehatan yang akan menerima vaksin dan datanya telah kita kirim ke Dinas Kesehatan Sumbar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Jon Hardi di Simpang Empat, Selasa (5/1/2021) kepada SHOOTLINES.COM

Ia mengatakan pemberian vaksin terhadap tenaga kesehatan itu diperkirakan dimulai awal tahun ini sampai April.Menurutnya periode vaksinasi Januari hingga April merupakan periode pertama dalam pemberian vaksin yang menyasar tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan itu meliputi dokter, perawat, bidan dan pekerja di rumah sakit.

Ia menyebutkan di Pasaman Barat ada satu RSUD Jambak, satu RS Yarsi Simpang Empat dan puskesmas.Puskesmas itu meliputi Puskesmas Air Bangis, Puskesmas Silaping dan Desa Baru, Puskesmas Ujung Gading dan Ranah Salido, Puskesmas Sungai Aur, Puskesmas Paraman Ampalu dan Muaro Kiawai, Puskesmas Talu dan Kajai, Puskesmas Parit, Puskesmas Suko Menanti Lembah Binuang dan Simpang Empat, Puskesmas Ophir, Puskesmas Sasak, Puskesmas Kinali, IV Koto dan VI Koto.

Berdasarkan informasi Bio Farma, katanya Selasa kemaren (5/1) vaksin COVID-19 serentak mulai distribusikan secara nasional.Vaksin tersebut disimpan dulu di Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar setelah itu baru disebarkan ke kabupaten kota.Pihaknya saat ini masih menunggu vaksin tersebut datang ke Pasaman Barat. Apabila vaksin itu telah sampai maka Dinas Kesehatan segera mengatur jadwal pemberian vaksin terhadap tenaga kesehatan.

“Informasi dari Biofarma masih dalam proses pengiriman,” katanya.

Ia menegaskan jika vaksin sudah sampai ke Pasaman Barat, pihaknya tidak serta merta menginjeksi tenaga kesehatan dengan vaksin tersebut. Akan tetapi Dinas Kesehatan melakukan verifikasi terlebih dahulu.

“Jika tenaga kesehatan itu pernah positif, kita keluarkan. Vaksin ini akan diberikan ke warga hingga 2022 nanti. Namun prioritas awal kita yakni tenaga kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan ada tahapan dalam pemberian vaksin ini, pertama tenaga kesehatan, pelayanan publik, masyarakat rentan seperti lansia serta masyarakat pada umumnya.”Tentunya jika sudah pernah positif COVID-19 tidak perlu di vaksin lagi karwna sudah terbentuk antibodinya,” katanya.

Informasi dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID- 19 Pasaman Barat Rabu 6 Januari 2021, 2 orang positif, 3 orang sembuh. Total kasus 435, sembuh 392, meninggal 24, dikarantina/ rawat 19.

Sementara itu Juru Bicara Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, pemberian vaksin kepada Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno bakal menjadi orang pertama disuntik vaksin Covid-19 dijadwalkan pada tanggal 14 Januari 2021

“Gubernur, wakil gubernur dan sembilan orang dari forum komunikasi pimpinan daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dinas Kesehatan, Majelis Ulama Indonesia, dan Ikatan Dokter Indonesia,” ungkap Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, Rabu (6/1/2021).

Sedangkan untuk Presiden Jokowi dilaksanakan sehari sebelumnya 13 Januari 2021.“Tadi pagi rapat dipimpin oleh Mendagri, salah satu instruksinya adalah pelaksanaan pemberian vaksin tingkat nasional ditandai dengan pemberian vaksin kepada Presiden dan 9 orang lainnya 13 Januari, kalau di tingkat provinsi dilakukan 14 Januari,” katanya pada Rabu, 6 Januari 2021.

Tidak hanya Gubernur, pemberian vaksin ditanggal tersebut juga diberikan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, Forkompinda, DPRD, Kepala Dinkes Sumbar, IDI, tokoh masyarakat atau MUI. Pemberian vaksin tersebut dilaksanakan agar masyarakat merasa tenang terhadap vaksin.

“Lokasinya belum disiapkan, masih sedang kita siapkan, nanti kita umumkan dimana lokasi pemberian vaksinnya,” ujarnya.

Tujuan dari pemberian vaksin kepada Gubernur dan pimpinan di Sumbar untuk memotivasi masyarakat dan memberikan rasa aman, bahwa vaksin ini aman.Setelah itu, dilanjutkan pemberian vaksin kepada tenaga kesehatan, yang dilaksanakan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit, dan fasilitas yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Sumbar.

“Vaksin Sinovac yang sampai ke Sumbar kemarin sebanyak 36.920 dosis. Prioritas vaksin gelombang pertama ini akan digunakan untuk tenaga kesehatan. Sekarang sudah diamankan dengan ketat, nanti diberikan vaksin dilaksanakan di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

 

LAPORAN : DODI IFANDA | BIRO PASBAR

EDITOR     : EBP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *