Tol Trans Sumatera Turut Mempengaruhi Peningkatan Jumlah Penumpang Bus

SHOOTLINENEWS | LINTAS SUMATERA – Satu per satu sesi proyek jalan tol Trans Sumatera mulai terselesaikan, Hal ini turut memberikan pengaruh pada peningkatan jumlah penumpang bus di Sumatera Barat (Sumbar). Pengusaha angkutan bus banyak yang memperbarui armada mereka untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang.

Seperti dampak besar adanya Jalan Tol Kayu Agung-Palembang yang diresmikan beberapa waktu lalu. Waktu tempuh perjalanan darat menuju Ibu Kota Jakarta dari Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) semakin singkat yaitu 26 sampai 30 jam, ANS pernah tembus jakarta padang dengan waktu 24 jam pungkas Heru (34 tahun,pemakai jasa darat jawa sumatera) kepada SHOOTLINENEWS.COM Senin,01 Februari 2021.

Menariknya, pihak ANS akan memberikan free snack, dengan menu yang berbeda-beda setiap harinya. Hal ini tentu jadi layanan tersendiri bagi penumpang bus rute Sumatra Barat.

Hal tersebut dikarenakan, selama ini perjalanan bus dari Jakarta menuju Sumatera tidak menyediakan fasilitas snack gratis. Sehingga program snack gratis ini jadi inovasi baru di jalur tersebut.

Bagi yang ingin melakukan perjalanan ke Sumatera dengan PO ANS, tiket bus ANS dari Jabodetabek ke kota-kota di Sumatra Barat, seperti Padang, Bukittinggi dan Padang Panjang dibanderol seharga mulai dari Rp 450 ribu. Armada yang digunakan adalah kelas AC eksekutif dengan seat 2-2 dan toilet.

Ketua Organda Sumbar S Budi Syukur mengatakan adanya jalan baru itu sangat berefek positif bagi pengusaha bus, karena masyarakat semakin banyak memilih dan menyenangi naik bus ketimbang naik pesawat.

“Saya memperkirakan ada kenaikan (penumpang bus) sekitar 25 hingga 30 persen,” katanya, Sabtu (30/1/2021).

Dia mengatakan, armada baru bus bisa memberikan kenyamanan kepada penumpang. Hampir semua kendaraan diperbarui.

Menurutnya, jika penumpang semakin baik, maka armada otomatis akan ditambah. Selama tahun 2020 ini, kata Budi, memang telah banyak armada yang baru ditambah.

Ketua Organda Prov. Sumbar, S.Budi Syukur

“Jadi rata-rata mereka sudah mengoperasikan kendaraan baru, ANS sudah menambah, NPM sudah menambah, MPM juga dan lainnya, “katanya.

“Ini efek jalan tol yang bisa mempercepat waktu sampai di Jakarta, kemudian pengusaha bus kita banyak yang telah memperbarui mobilnya sesuai dengan selera masyarakat,” tutur nya.

Dia menjelaskan penumpang banyak yang bertambah karena naik bus semakin nyaman. Selain itu efek pandemi covid-19 membuat penumpang tidak memilih pesawat terbang lantaran prosedur yang panjang dan harus sampai di bandara berjam-jam sebelum keberangkatan.

Sementara bagi orang yang berada di luar Kota Padang, kata dia, tentu akan menghabiskan banyak waktu hingga satu hari. Sehingga mereka lebih memilih naik bus saja seperti di Solok, Bukitinggi, Sijunjung, Padang Panjang dan lainnya.

LAPORAN : WYNDOEE
EDITOR     : EBP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *