Abrasi Tanggul Rantau Pakam, Wakil Ketua DPRK Atam Ajak PUPR Inspeksi

Editor  : Redaksi 
Laporan  : HR | GUNAWAN
SHOOTLINES.COM | ACEH TAMIANG — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Fadlon, SH, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Pengairan Arfan inspeksi abrasi—pengikisan oleh air—tanggul di Kampung Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara.
Kerusakan Abrasi tebing sungai Rantau Pakam, akibat luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, yang disebabkan oleh hujan berkepanjangan dan air pasang laut.
Hingga tanggul tidak mampu menampung debit air yang melewati abang batas normal. Pun begitu luapan DAS Tamiang merendam, Kampung Kepayang, Teluk Halban dan Rantau Pakam.
“Dapat dipastikan, jika tanggul ini jebol, terjadi banjir besar di dua Kecamatan, Banda Mulia dan Bendahara. Atau 43 Kampung terancam terendam air banjir,” tegas Fadlon.
Dikatakan pihak DPRK akan minta ke pihak DPRA terkusus di Dapil 7 untuk menganggarkan pendanaan talut atau tanggul yang berada dikampung Rantau Pakam Kecamatan Bendahara.
Fadlon minta, agar masyarakat dapat bersabar, pihaknya berupaya untuk memperiotaskan terkait pembangunan talut atau tanggul yang kena abrasi.
“Setelah kami meninjau tanggul yang terkena abrasi ini, saya akan panggil kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) dan Dinas PUPR agar segera merealisasi pembuatan tanggul sementara,” tegas Fadlon.
Sementara Datok Rantau Pakam, Ruslan berharap kepada Wakil Ketua DPRK Fadlon dan pemerintah agar segera bisa membantu untuk menanggulangi pembangunan tanggul yang abrasi agar tidak terjadi banjir saat musim hujan dan air yang turun dari hilir.
“Kami masyarakat Desa Rantau pakam sudah membuat tanggul sementara dengan menimbun tanah ±25 dump truck dengan dana swadaya masyarakat karena belum ada bantuan dari pihak pemda untuk mengatasi tanggul yang Abrasi,” jelas Ruslan.
Warga berharapa kepada Wakil Ketua DPRK dan Pemerintah Daerah agar secepatnya tanggap dan merespon usul masyrakat terkait tanggul yang terabrasi agar di kemudian tidak terjadi banjir.
“Jujur saya katakan, selama ada DPRK baru pak Fadlon yang mengunjungi kondisi kami, lalu forkompincam Bendahara yang sangat perduli dengan keadaan kami,” jelas Ruslan.
Lalu, usul yang disampaikan masyarakat ada beberapa titik yang sifatnya urgensial, di desa Rantau Pakam, Desa Teluk Halban, Desa Raja.
“Kami juga berharap agar Pemerintah Daerah segera membuat tanggul sementara dari batang kelapa dan timbun tanah agar tidak terjadi abrasi lagi,” Pungkasnya.
Sementara Kapolsek Bendahara, AKP Asrul Renaldi, SH mengingatkan, agar pemerintah setempat segera mengambil langkah konkrit, lakukan aksi nyata.
“Sayang masyarakat, jika tanggul ini jebol, maka rumah-rumah penduduk akan terendam, begitu juga lahan pertanian mereka memgalami gagal panen,” tegas Asrul.
Sementara ketua Dewan Pimpunan Wilayah Partai Aceh, Helmi minta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui dinas terkait untuk dapat segera menindaklanjuti dengan menggunakan dana darurat yang ada.
“Mekanisme penggunaan anggaran ada sama mereka, jangan karena takut menggunakan anggaran 200 juta untuk atasi abrasi tanggul yang terjadi. Ketika tanggul jebol maka akan mengalami kerugian ratusan miliar,” sebutnya.
Menurutnya pernyataan tersebut sesuai dengan fakta yang ada karena ketika jebol ribuan rumah yang ada di dua kecamatan akan terendam dan ribuan hektar juga lahan pertanian akan hancur.
” Jebol tanggul, maka akan menghancurkan pertanian. Apalagi saat ini musim padi baru mulai tanam. Kalau jebol berarti padi akan mati,” urainya.
Disamping itu Ketua DPW PA Aceh Tamiang yang di dampingi oleh Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang,  Fadlon, Sekretaris DPW PA Aceh Tamiang, Adi Syahputra serta di dampingi oleh Ketua Forum Datok Penghulu Kecamatan Bendahara, Arianto, Datok Penghulu Kampung Kampung Rantau Pakam, Ruslan, Datok Penghulu Teluk Kemiri, Zulkifli serta beberapa tokoh masyarakat setempat mengunjungi beberapa titik lokasi yang rawan abrasi.
Dari data, ada beberapa titik lokasi yang rawan abrasi di antaranya dua titik di Kampung Rantau Pakam sepanjang 400 meter, satu titik di Kampung Teluk Halban sepanjang 400 meter, satu titik di Kampung Teluk Kepayang sepanjang 300 meter (Peninggian Tanggul) dan satu titik di Kampung Raja sepanjang 250 meter.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *