Bupati Bantaeng menyerahkan Sarana dan Prasarana Perikanan yang berteknologi

SHOOTLINES.COM | BANTAENG SULSEL — Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Perikanan dan Kelautan, menyerahkan bantuan Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap dan Asuransi Nelayan di Balai Benih Ikan Rappoa, Kecamatan Pa’jukukang, Bantaeng.

Kadis Perikanan dan Kelautan Bantaeng, Rita Pasha mengatakan bahwa bantuan yang diserahkan ini terdiri dari alat tangkap ramah lingkungan berupa pancing rawai dasar sebanyak 30 paket untuk 6 kelompok (masing-masing kelompok menerima 5 paket, dengan jumlah sasaran penerima manfaat sebanyak 60 orang nelayan).

Penyerahan alat ini Salah satu diantaranya adalah Global Positioning System (GPS) Garmin. Dengan alat ini nelayan akan dapat membaca letak kerumunan ikan saat berada dilautan. Selain itu, peralatan ini juga bisa membantu nelayan untuk tidak tersesat saat melakukan penangkapan ikan.

Ada pula alat bantu penangkapan ikan berupa fish finder sebanyak 20 unit untuk 4 kelompok (masing-masing kelompok menerima 5 unit, dengan jumlah sasaran penerima manfaat sebanyak 40 orang nelayan). Serta asuransi nelayan dan pembudidaya rumput laut sebanyak 1000 polis asuransi dengan perincian 619 polis asuransi untuk nelayan dan 381 polis asuransi untuk pembudidaya rumput laut).

Bupati Bantaeng, H. Ilham Azikin berkesempatan menyerahkan bantuan secara simbolis.

Dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan bantuan ini, diharapkan dapat menjadi sesuatu yang akan memberi dukungan bantuan kepada nelayan dan pembudidaya rumput laut di Bantaeng supaya bisa lebih produktif dengan cara berkelompok.

“Ini adalah bantuan berbasis kelompok yang diharapkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, jangan ada yang memonopoli. Saya harap para Camat dan Lurah dapat mengedukasi masyarakat pada sektor ini untuk bisa berkelompok secara tertib”, ujar Bupati Bantaeng

Terakhir beliau kembali mengingatkan penegakan protokol kesehatan apalagi Bantaeng masuk zona merah Covid-19 agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebanyak 9 orang tenaga medis dari poli bedah terpapar covid 19, sehingga pelayanan poli bedah untuk sementara waktu ditutup,tambahnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut antara lain para Camat, para Lurah, serta para penerima manfaat sarana dan prasarana perikanan tangkap dan asuransi nelayan.

Laporan : Imha

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *