Diduga Ada Pembiaran Galian C Ilegal Di Desa Sena

SHOOTLINES.COM | DELI SERDANG SUMUT — Kegiatan pengerukan tanah yang dilakukan oleh beberapa orang di Jalan lintas batangkuis Kualanamu, Desa Sena.Kecamatan Batang kuis Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara diduga Ilegal dan membuat jalan aspal Hitam sepanjang lintas batangkuis Kualanamu bekas je jatuhan dari mobil Dumptruck pengangkut galian cyang melintasi jalan tersebut.

Pantauan kru mediaonline SHOOTLINES.COM, (30/11/2020) di lokasi galian c ilegal “Firdaus” di jalan lintas batangkuis Kualanamu, terlihat Beko (EXCAVATOR) dan sejumlah puluhan Dumptruck ngantri seperti membagikan sembako untuk pengangkut tanah galian sedang beroperasi mengorek dan memindahkan tanah ke Dumtruck Fuso pengangkut tanah.

Menurut informasi yang dihimpun sementara bahwa lahan yang di jadikan objek galian c ilegal diduga merupakan lahan milik PTPN II Tanjung Morawa.

Tidak ada petunjuk papan informasi disana tentang legalitas Galian C ilegal dari pejabat berwenang.

Disinyalir galian c ilegal “Firdaus” itu merupakan pekerjaan orang-orang yang hanya menguntungkan diri pribadinya tanpa mempertimbangkan dampak kerusakan lingkungan disana.

Jika benar galian itu tidak memiliki ijin resmi dari pejabat setempat, bukan tidak mungkin akan berakibat kerusakan lingkungan dan kesehatan warga setempat seperti banjir, dan kerusakan jalan yang dibangun pemerintah Deliserdang sebab Dumtruck Fuso yang mengangkut tanah tersebut dapat mengakibatkan tidak mampunya jalan aspal rusak beban truk-truk yang melintas.

Diperkirakan ada puluhan unit mobil Dumtruck setiap harinya mengangkut tanah keluar masuk dari galian c ilegal “Firdaus” tersebut dan belum diketahui kemana tanah-tanah itu di jual

Pemerintahan Deliserdang diharapkan turun langsung secepatnya melakukan pemeriksaan perijinan dari galian c ilegal ” firdaus” jalan lintas batangkuis Kualanamu Di desa Sena tersebut agar dapat mengantisipasi kerugian yang lebih besar jika galian c ilegal itu tetap dibiarkan.

Hingga berita ini di publikasikan kru mediaonline SHOOTLINES.COM di lapangan belum berhasil mendapatkan klarifikasi dari pemilik galian c ilegal “Firdaus” dan pemerintah setempat.

-Hermansyah-

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *