Disiplin Terapkan Protokoler Kesehatan, Bantu Menekan Penyebaran Wabah Covid-19 Di Pangkep.

SHOOTLINES.COM |PANGKEP SULSEL– Salah satu penyebab penyebaran wabah pandemi virus covid 19 masih sulit dikendalikan di mana-mana, khususnya di Kabupaten Pangkep disebabkan oleh beberapa hal dilaporkan dari temuan wartawan media ini.

Antara lain dengan kurangnya kesadaran warga masyarakat disiplin laksanakan protokoler kesehatan, enggan atau takutnya untuk ditangani penyembuhan secara isolasi dan karantina sesuai protokoler kesehatan yang berujung pada pemakaman secara protokoler kesehatan (jika meninggal dunia).

Mereka inilah diantara warga yang lebih baik berupaya menangani penyembuhan sendiri karena berprinsip sembuh atau meninggal di rumah atau ditangani petugas gugus covid sama saja, tanpa sadar sudah menyebarkan virus dan sulit dikendalikan.

Olehnya lewat sharing dengan Direktu RSUD Batara Siang Kabupaten Pangkep sebagai Ketua Tim gugus tugas percepatan penanggulangan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Pangkep, dr. Annas Ahmad, pada Kamis 17/12/2020 di ruang pelayanan utama Rumah Sakit, Pangkajene Pangkep.

Kepada Media ini Annas menyampaikan bahwa saat ini masyarakat harus memaklumi dan tak perlu takut lagi akan penanganan pasien yang berakhir dengan pemakaman secara Protokoler Covid-19, sebab sekarang tidak lagi wajib dimakamkan di TPU khusus yang sudah ditentukan.

Dikatakannya klo dulu memang semua jenazah pasien Covid-19 tak terkecuali mutlak dimakamkan ditempat yang sudah ditentukan oleh petugas dalam hal ini sesuai peraturan, TPU khusus Macanda Kab. Gowa, Sulawesi Selatan yang jadi wewenang Tim.

Sekarang tidak lagi, sesuai surat edaran gubernur bulan November, sebagai tindak lanjut Keputusan Kemenkes RI, jenazah pasien covid-19 dapat dimakamkan di pemakaman mana saja, yang penting diizinkan oleh warga setempat dan tidak ada keberatan, namun tetap penanganan dengan ketentuan sesuai aturan.

Seperti yang sejak lama disampain bahwa justru dengan ditangani pihak kami lebih baik, sebab semua yang konfirmasi positif dan ada keluhan disarankan untuk dirawat di rumah sakit, tapi bila tdk ada keluhan dapat menjalani isolasi mandiri di hotel tempat wisata covid makassar selama 10 hari.

Annas juga berharap kesadaran masyarakat akhir-akhir ini agar lebih waspada dan makin berhati-hati karena pasien yang terdampak semakin meningkat bahkan mengatakan bahwa ruangan tersedia di rumah sakit ini penuh dan memberi data pendemi covid-19 terakhir saat itu.

 

Laporan : Mza/Din I Tim Biro Pangkep

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *