Gubernur Sumut Akan Sidak Galian C Ilegal di Deliserdang

SHOOTLINES.COM | DELISERDANG SUMUT — Terkait maraknya Galian C diduga Ilegal yang menguntungkan pribadi tanpa memperhitungkan Dampak Lingkungan yang diakibatkannya, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi akan melakukan pengecekan terhadap lokasi galian.

Hal itu dikatakan Edy melalui pesan singkat WhatsApp yang berbunyi “Ya Saya cek” tulisnya singkat.kepada wartawan saat dimintai komentarnya.Sabtu (05/12/2020).

Diduga ada beberapa tempat di Deliserdang Sumatera Utara yang menjadi sasaran para Mafia Tanah berdasarkan pantauan wartawan yakni di Jalan Sena , Kecamatan Percut Seituan.

Galian tersebut mencurigakan karena terlihat tidak di beri label Ijin Proyek dari Pemerintah setempat.

Lokasi tersebut itu nyata dilihat jika melintasi jalan batang kuis Kualanamu Bandara Udara.

Ada aktivitas exskavator ber cat kuning dan sejumlah truk pengangkut ngumpul, sedang beroperasi mengorek dan memindahkan tanah ke truk Fuso pengangkut tanah.

Informasi yang dihimpun sementara bahwa lahan yang di jadikan objek galian diduga lahan milik PTPN II Tanjung Morawa.

Tidak adanya petunjuk papan informasi pekerjaaan disana, disinyalir aktivitas Galian melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Belum diketahui siapa penanggung jawab galian itu. Diduga ada orang yang mengambil keuntungan pribadi disana tanpa mempertimbangkan dampak kerusakan lingkungan yang timbul.

Kalau benar galian itu tidak memiliki ijin resmi dari pejabat setempat, maka bisa saja menimbulkan kerusakan ekosistem lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan warga setempat.

Kerusakan jalan juga perlu dipertimbangkan agar tidak merugikan pemerintah Deliserdang sebab truk Fuso yang mengangkut tanah tersebut diperkirakan bermuatan lebih dari 2 Ton.

Diperhitungkan ada puluhan unit truk lalu lalang disana setiap harinya. Jika dibiarkan akan meerugikan banyak pihak.

Pemerintah Deliserdang dan PTPN II sudah sepatutnya turun langsung melakukan pemeriksaan perijinan dari galian tersebut agar dapat mengantisipasi kerugian yang lebih besar jika galian itu tetap dibiarkan berjalan.

Hingga berita ini di publikasikan awak media belum berhasil mendapatkan klarifikasi dari pemilik galian dan PTPN II Tanjung Morawa.

-Hermansyah-

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *