Kades Suka Maju Diduga Rampas Kewenangan TPK

SHOOTLINES.COM | LANGKAT — Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dalam pengertian umum Perka 13/2013 tentang Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang Jasa Pemerintah di Desa adalah “Tim Pengelola Kegiatan yang selanjutnya disingkat TPK adalah tim yang ditetapkan oleh Kepala Desa dengan Surat Keputusan, yang terdiri dari unsur Pemerintah Desa dan unsur lembaga kemasyarakatan desa untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa”.

Tugas Tim Pengelola Kegiatan (TPK) (yang terdiri dari unsur Pemerintah Desa dan unsur lembaga kemasyarakatan desa ) sebagaimana diamanatkan dalam Perka 13/2013 tentang Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang Jasa Pemerintah di Desa.

Tugas – tugas itu meliputi Menyusun rencana pelaksanaan pengadaan; Melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa; Membeli barang/jasa kepada Penyedia Barang/Jasa atau Mengadakan perikatan dengan pihak penyedia barang/jasa yang dituangkan dalam surat perjanjian (tindakan ini yang menyebabkan pengeluaran atas beban anggaran); Melaporkan kemajuan pelaksanaan pengadaan barang/jasa kepada Kepala Desa

Namun apa yang terjadi di Desa Suka Maju Kecamtan Tanjungpura Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara yang terletak diperdalaman semua kewenangan TPK diduga dirampas oleh Kades yang bernama Safaruddin Ahmat.

Dalam pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan melalui anggaran Dana Desa nyaris di desa tersebut nyaris TPK menjadi penonton setia.

” Semua belanja material yang seharusnya menjadi kewenangan TPK dirampas oleh Kades,” sebut salah satu Kaur di desa tersebut kepada SHOOTLINES.COM, Senin, 30 November 2020.

Menurutnya Kepala Desanya sudah tidak tahu akan fungsinya di dalam penggunaan anggaran Dana Desa sehingga ingin menguasai layaknya menjadi seorang kontraktor dalam sebuah proyek.

“Padahal fungsi untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan dan bukan untuk menjadi Kontraktor,” sebutnya.

Ianya berani membeberkan prilaku Kadesnya karena sudah diambang batas kewajaran. Dan tidak mau menerima saran dari pada bawahannya.

Menurutnya kalau dilihat dari penampilan luarnya rasanya tidak mungkin dilakukan oleh dirinya karena dari penampilan luarnya yang selalu  menunjuk sosok yang selalu berpenampilan seharinya dengan memakai Lobai Putih Celana Panjang dilapisi kain sarung.

“Sayakan berkerja dikantor Desa, pasti lebih mengetahui semua anggaran yang dikeluarkan terpakai untuk membangun Desa,” sebutnya.

Menurutnya Tim Pelaksana Kerja yang bentuk didesa hanya untuk kedok laporan saja.

“Parahnya lagi, gaji dari Tim TPK anggaran tahun 2019 hampir tidak dibayar, pekerja terus mendesak Ketua BPD hingga sampai akhir tahun baru diselesaikan oleh Kepala Desa,” sebutnya.

Editor | Redaksi

Laporan | Hermansyah – Kaperwil SUMUT

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *