Komisi I Nilai Kontraktor Proyek Revitalisasi SDN I Bukit Tempurung Kurang Bertanggungjawab

Laporan: Wawan
SHOOTLINES.COM | ACEH TAMIANG — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang menilai pelaksana Proyek Proyek Revitalisasi SDN I Bukit Tempurung Kecamatan Kota Kualasimpang  kurang bertanggungjawab.
Hal itu ditegaskan Ketua Komisi I  DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Irwan, SP, kepada SHOOTLINES.COM,  Jumat 12 Desember 2020.
Menurutnya kunjungan yang Ia lakukan tersebut dilakukan Kamis, 17 Desember 2020 kemarin bersama Wakil Ketua Komisi I, Maulizar Zikiri, beserta anggota H. Syamsul Bahri dan  Sugiono Sukandar yang  diterima oleh Kepala SDN I Bukit Tempurung, Hanifah beserta jajarannya.
Menurutnya kunjungan tersebut terkait dengan hasil diskusi pihaknya dengan pihak sekolah tentang adanya beberapa persoalan di sekolah tersebut.
” Persoalannya adalah bangunan sudah rampung dikerjakan tetapi belum di serah terimakan kepada sekolah sehingga belum bisa digunakan untuk menyambut belajar tatap muka yang di rencanakan Januari mendatang,” sebutnya.
Wan Tanido sapaan Ketua Komisi I ini menambahkan imbas dari pelaksanaan proyek ini, bahwa ruangan Kantor Kepala Sekolah (Kepsek) bagian plafonnya mengalami kerusakan dan terjadi rembesan air hujan, kerusakan itu harus diperbaiki sendiri oleh pihak sekolah.
“ Hal ini kita menilai kurang tanggungjawabnya kontraktor terhadap imbas dari kegiatan dilaksanakannya,” tegas Politisi Muda dari Partai Gerindra.
Meskipun keluhan itu dapat ditanggulangi oleh pihak sekolah, sebut M Irwan tetapi pihak rekanan bisa membangun komunikasi secara maksimal dengan pihak sekolah sehingga hal-hal kecil imbas dari pelaksanaan proyek dimaksud dapat teratasi.
“ Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang harus dapat menyikapi kondisi dari imbas pekerjaan proyek dialami sekolah di daerah ini,” pintanya.
Pada dasarnya Komisi I DPRK Aceh Tamiang tetap mendukung program pembangunan berbagai fasilitas penunjang pendidikan, apalagi gedung belajar yang menjadi faktor pendukung utama terhadap kelancaran proses belajar mengajar di setiap sekolah.
“ Namun, kami berharap kedepannya bila ada pembangunan di sekolah jangan sampai ada keluhan lagi yang menjadi beban pihak sekolah selaku penerima mamfaat,” demikian pungkas Wan Tanido
Sementara itu, Kepala SDN 1 Bukit Tempurung, Hanifah di hadapan anggota Komisi 1 DPRK Aceh Tamiang mengakui, pihaknya melakukan pengrehapan kembali plafon ruang kantor kepala sekolah yang rusak dan beberapa hal kecil lainnya dari imbas pelaksanaan proyek pembangunan ruang kelas baru ini. “ Alhamdulillah tidak ada masalah lagi karena semua sudah diperbaiki dengan menggunakan dana sekolah,” pungkasnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Bambang Supriyanto kepada Wartawan mengemukakan, untuk proses serahterima bangunan yang telah selesai dibangun itu secara resmi sedang dalam proses pihaknya, karena ada beberapa kegiatan lainnya yang harus dituntaskan.
“ Dalam waktu dekat ini sudah kita serahkan, mungkin ini hanya miskomunikasi saja,” tegas Bambang sembari menyampaikan, ruang kelas baru tersebut tetap bisa digunakan pihak sekolah untuk pembelajaran tatap muka yang akan berlangsung Januari 2021 mendatang.
Sementara itu Konsultan Pengawasan CV Roxy Engineering, Zulkarnain. Is, ST mengatakan, permasalahan tersebut masih dalam tanggungjawab pihak pelaksanaan kegiatan pihak ke tiga.
” Persolan itu masih tanggungjawab pihak ketiga. Itu bangunan tersebut masih dalam masa perawatan,” jelasnya.
Zulkarnain juga menjelaskan bangunan tersebut dirancang untuk dua lantai. Sehingga membutuhkan tahapan dan tahapan pertama lantai satu dan tahap kedua akan dibangun lantai dua pada anggaran berikutnya.
” Jadi permasalahan rembesan tersebut merupakan imbas dari pekerjaan lantai satu karena bangunan tersebut merupakam bangun Revitalisasi yang dirancang untuk dua lantai. Persoalan rembesan akan dilakukan pengecekan oleh rekanan,” jelasnya sembari memberikan contoh hal rembesan yang terjadi tersebut pernah juga di alami saat pembangunan SDN Tualang Cut setelah naik bangunannya lantai dua permasalahan rembesan akan teratasi dan itu sering terjadi  pada bangunan Revitalisasi.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *