Pariwisata di masa pandemi: Yang pertama terpuruk, yang pertama bangkit…

SHOOTLINES.COM -JAKARTA — Sudah hampir 9 bulan sejak diumumkannya kasus pertama Korona di Indonesia di awal Maret 2020, siapa sangka sampai saat ini pandemi Covid19 masih berlangsung. Pandemi ini telah meluluh lantahkan ekonomi nasional di hampir seluruh industri. Industri pariwisata termasuk yang paling parah efek nya dan sangat terpuruk di semua sektor di Industri ini. Mulai dari maskapai penerbangan, hotel, atraksi wisata sampai ke sektor pendukung seperti penjualan souvenir dan oleh-oleh.

Asosiasi Penerbangan Dunia (IATA: International Air Transport Association) memprediksi kerugian maskapai secara global sebesar US$ 118 Milyar Dollar. Badan PBB yang mengelola pariwisata dunia yaitu UNWTO memprediksi pariwisata dunia turun 70% di tahun 2020. Di tanah air laporan terakhir menunjukan tingkat pengangguran pekerja pariwisata sebanyak 13 juta orang dan 34 juta orang yang berhubungan dengan industri pariwisata. Ribuan hotel tutup dan terbengkalai.

Lalu bagaimana prospek Industri Pariwisata khususnya pariwisata nasional kita? Apakah ada secercah harapan bagi industri ini untuk bangkit di tahun 2021? Secara umum jawaban dari para analis bahwa pariwisata mulai bangkit di tahun 2024. Masih empat tahun dari sekarang. Namun kami percaya bahwa pariwisata akan mulai bangkit secara perlahan di kuartal 2 di tahun 2021. Tentunya ini sangat berkaitan erat dengan rencana vaksinasi pemerintah pada kuartal 1 mulai bulan Januari. Kenapa pariwisata akan cepat bangkit? Jawabannya karena Dibandingkan industri lain yang terdampak pandemi, industri pariwisata lebih “murah” biayanya untuk dihidupkan kembali. Indonesia memiliki banyak destinasi dan atraksi wisata yang sudah terbukti pesona nya. Kita punya Bali, Kepri, kita juga punya 10 Bali Baru yang merupakan destinasi Prioritas yang dikembangkan pemerintah, antara lain Danau Toba, Kepulauan Seribu, Mandalika dan Wakatobi. Maskapai dan Hotel sudah siap dengan paket harga spesial. Dan faktor pendukung seperti bandara juga sangat siap untuk menghidupkan pariwsata kembali. Pariwisata sudah build-in alias menyatu dengan masyarakat kita baik secara ekonomi, sosial dan budaya.

Secara internasional, Indonesia adalah pasar terbesar untuk ibadah umroh. Setiap tahun nya jamaah umroh asal Indonesia melebihi satu juta orang. Ini akan mendorong pariwisata ke luar negeri karena umroh adalah ibadah dimana dananya sudah disiapkan sebelumnya. Atau menjadi Prioritas dalam budgeting.

Semua ini tergantung dari kapan vaksin tersedia dan vaksinasi dilaksanakan. Kita berharap vaksinasi sudah dapat terlaksana di bulan Januari 2021 sehingga pariwisata bisa bangkit di kuartal ke 2 tahun depan. Vaksinasi secara psikologis akan membuat masyarakat merasa nyaman dan berani keluar untuk melakukan perjalanan wisata.

Penulis: Farshal Hambali S.Sos, M.Par
Dosen dan Pengamat Industri Pariwisata
Direktur Ekonomi Pariwisata Lembaga Mitra Bangsa Nusantara

-DON VF-

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *