Pengelola Judi Temkan Jelas Tantang Hukum

SHOOTLINES.COM | DELI SERDANG — Praktik perjudian dengan segala kedok di Medan hanya mati suri. Tak percaya, singgahi saja di Jalan Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang Propinsi Sumatera Utara.
Mengutip Pasal 303 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi: “Yang disebut permainan judi adalah tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya.”
Untuk itu Tim Kru SHOOTLINES.COM meninjau langsung  dimana tempat orang mengadu nasib dengan mengunakan modal uang sedikit, namun berharap berkembang menjadi banyak.
Yaitu dimana para penggemar Judi Tembak Ikan (Temkan) terjun untuk berperang di medan ketangkasan perjudian jenis mesin Jackpot, ya mereka mengadu nasib walaupun itu telah merusak tatanan kehidupan.
Dari gambaran Toko berlantai dua tersebut banyak para pengunjung terus mengadu nasib. Terlihat pintu masih terbuka lebar, mereka (Pengelolaan_Red) secara terang – terangan melawan hukum dan terkesan mereka  diduga tidak takut lagi dengan ancaman hukuman pidana yang berlaku di Republik Indonesia.
Tim Kru SHOOTLINES.COM mencoba menelisik warga yang berada diseputaran kawasan Temkan, dan mewawancarai salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan inisial ‘RB’ (45) Tahun dan merupakan warga asli setempat. Dan perbincangan kami pun terjadi.
” Semenjak bukanya tempat perjudian Tembak Ikan didaerah kami, Anak remaja disini jarang betah dirumah.Sekali dicari sudah berada digelanggang permainan meja tembak ikan,” sebutnya kepada Kru SHOOTLINES.COM, Jumat, 27 November 2020.
Dari penelusuran Kru SHOOTLINES.COM di daerah tersebut terkesan selama ini takut memberikan keterangan tentang lokasi perjudian tersebut.
Dibalik semua itu disebabkan kumpulan pemilik dari pengusaha yang bukan orang setempat tersebut terkenal banyak premannya.
Mereka (masyarakat _ red) pilih diam dan enggan memberi tanggapan demi keselamatan keluarganya.
“Saya sebagai perwakilan warga disini, meminta dan berharap kepada Bapak Kapolres Deli Serdang harus bertindak tegas, untuk segera menutup tempat perjudian tersebut. Jangan sampai masyarakat sini hilang kesabaran dan dapat menibulkan perbuatan yang anarkis,” sebut RB.
Ketika Kru SHOOTLINES.COM dan Tim wartawan untuk konfirmasi siapa pemilik dan pengelola mesin game yang dirancang menjadi untuk permainan judi. Warga di kawasan tersebut tidak tahu pemiliknya.
Sementara itu Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi melalui Kasat Reskrim Kompol Firdaus ketika dikonfirmasi wartawan melalui via seluler, Jumat, 27 November 2020 (27/11/2020) mengatakan mohon maaf. ” Maaf saat ini saya masih berada di Polda sedang mengikuti rapat.”Ujarnya Firdaus mengakhiri pembicaraan lewat handphone pribadinya.
Editor : Redaksi
Laporan  : Hermansyah | Kaperwil Sumut

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *