PT Affor Neo Jaya Mengajak Perempuan Berpenghasilan dari Rumah

SHOOTLINES.COM | Turki Geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus digagas dan diminati kalangan kaum hawa, Usaha yang menjanjikan penghasilan sangat fantastis dari rumah.
Hal itu terbukti dengan apa yang dilakukan oleh seorang perempuan yang tergolong muda namun berpenghasilan miliaran rupiah.
Dia adalah sosok perempuan yang bernama Dwi salah satu pemimpin dari PT PT Affor Neo Jaya.
Dengan memboyong 27 perempuan yang terdiri dari staf dan marketing ke Turki, melakukan wisata dan kunjungan dalam mempelajari geliat perekonomian UMKMĀ  di negara tersebut.
27 orang terdiri dari staf dan marketingnya yang mencapai poin penjualan produk sampai jumlah yang ditetapkan.
Dwi berharap, perjalanan sebelas hari di Turki akan memberi kekuatan baru, imajinasi dan daya kerja bagi seluruh staff dan marketingnya. Tour PT Affor Neo Jaya ini dilaksanakan sejak tanggal 9 desember sampai 20 desember 2020.
“Setelah mereka melihat, mempelajari bagaimana orang-orang di negeri-negeri lain bekerja. Mereka saya yakin akan lebih giat, lebih loyal dan mencintai pekerjaannya” katanya kepada Tim SHOOTLINES.COM, Rabu, 16 Desember 2020 langsung dari Turki.
Yang menarik adalah karena perusahaan, PT Affor Neo Jaya ini melibatkan hampir 95 persen perempuan.
Baik menjadi staf kantor, marketing, marketing elit, agen dan diatributor. Bahkan kebanyakan mereka selama ini tidak memiliki pekerjaan.
“Alhamdulillah saya sekarang bisa memberi manfaat luas kepada keluarga, memberi penghasilan dan membantu suami membina keluarga kami dengan menjadi marketing peoduk – produk ANJ” ujar, Sartika, salah seorang marketing yang ikut rombongan tour Turki.
Perusahaan PT Affor Neo Jaya ini baru berusia kurang lebih dua tahun. Berdiri di tahun 2018, tapi sudah memiliki agen penjualan berjumlah ratusan ribu orang.
Sekedar infotmasi, aset pemimpin perusahaan ini, Nur Linda Dwi Sukti, telah memncapai lebih 250 milyar di usianya yang masih terbilang muda, 26 tahun.
Perusahaan ini memanfaatkan tumbuhnya partisipasi konsumen dan banyak perempuan kepada dunia sosial media untuk memberikan kesempatan berpenghasilan dari aksesnya kepada sosial media.
“Jadi meski jualan, tak harus keluar rumah. Ini menjadikan perempuan, selain berjualan juga bisa menjaga anak anaknya di rumah” ujar sosiolog Muhammad Ridha atas gejala fenomena anak-anak muda dan perempuan memiliki penghasilan, meski tetap tinggal di rumah. (*)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *