Resmob Polda Metro, Ungkap Pembunuhan Disertai Mutilasi Di Bekasi

SHOOTLINES.COM | JAKARTA — Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus ditemukannya potongan tubuh manusia di Jl KH Noer Ali, Kel. Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, pada Senin (07/12) kemarin.

Sebelumnya, warga kota Bekasi dihebohkan dengan beredarnya video dan foto di media sosial tentang penemuan potongan tubuh tidak lengkap tersangkut di pinggir kali.

Kemudian, Polres Metro Bekasi Kota dibackup tim Resmob Polda Metro Jaya berhasil mengungkap temuan tersebut dan menangkap pelaku pembunuhan yang disertai mutilasi yang berprofesi sebagai pengamen jalanan (manusia silver).

“Mendapati laporan tersebut, Tim Opsnal Resmob Polda Metro pada tanggal 09/12 sekitar pukul 01:00 dini hari, berhasil menangkap satu orang tersangka berinisial AYJ alias Amoy (18 th) di salah satu warnet Jaka Sampurna, Bekasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/12/2020).

Dari hasil pemeriksaan dan keterangan tersangka, kata Yusri, Pelaku tega menghilangkan nyawa korbannya karena merasa sering dicabuli dan ingin mengakhiri.

“Tersangka (AYJ) memiliki hubungan sesama jenis dengan korban sejak tahun 2019, dan tersangka memiliki dendam kepada korban karena tersangka tidak terima dan tidak mau lagi di setubuhi oleh Korban ,” ujarnya.

Yusri menjelaskan, cara tersangka membunuh dan memutilasi korbannya dengan cara yang keji dan sadis.

“Pelaku sebelumnya sempat berhubungan dengan korban, saat korban tertidur , tersangka menusuk perut dengan senjata tajam (golok) hingga meninggal dunia ,” jelasnya.

“Kemudian tersangka memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian dan membungkus dengan kantong plastik lalu membuangnya di beberapa tempat di sekitar TKP ,” ungkap Yusri.

 

Dari tangan tersangka AYJ , petugas berhasil mengamankan barang bukti seperti, dua bilah golok , dua pisau dapur, uang tunai Rp 2 juta rupiah, handphone Samsung A50 , SIM-card dan kartu keluarga dan satu stel pakaian (diduga milik korban) dan jaket serta celana yang dipakai tersangka saat melakukan pembunuhan, satu karpet berlumur darah, satu kaleng cat serta pembersih lantai.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal berlapis,
Pasal 340 KUHP Jo pasal 56 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 351
ayat (3) KUHP dan atau Pasal 365 ayat (2) Ke- 4 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidananya seumur hidup, maksimal hukuman mati.

-Khnza/Bidhumas-

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *