Sosialisasi Hasil Pengawasan Pemilu Dengan Masyarakat Digelar Oleh Bawaslu Dharmasraya

DHARMASRAYA | SHOOTLINES.COM — Badan Pengawasan Pemilihan umum (Bawaslu) Kabupaten Dharmasraya, gelar Sosialisasi Hasil Pengawasan Pemilu dengan masyarakat pada Pemilihan kepala Daerah 9 Desember 2020, di Hotel Umega Gunung Medan , Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya, Jum’at (26/21).

Dalam pantauan Media Shootlines.com, nampak hadir di acara Kegiatan Sosialisasi tersebut, Komisioner Bawaslu Dharmasraya Laila Husni, dan sejumalah Ormas yang ada di Kabupaten Dharmasraya salah satunya Pemuda Muhammadiyah, KNPI, NU, GP Ansor dan Banser, Juga PWI Dharmasraya.

Sementara itu, komisioner Bawaslu Dharmasraya Laila Husni menjelaskan, kegiatan sosialisasi yang tengah kita lakukan ini bertujuan untuk mengevaluasi kekurangan kinerja Bawaslu pasca Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur, Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada tahun 2020 lalu, ujarnya.

Dikatakan koordinator bidang Humas itu, bahwa kedepannya jika ada kekurangan dan kinerja Bawaslu selama pilkada , tentu kedepannya kita perbaiki bersama. Karena selain Bawaslu ,peran ormas sangat penting dalam memberikan informasi terkait dengan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh masing masing tim dari pasangan calon,”terangnya.

“Selanjutnya, Komisioner Bawaslu Dharmasraya Laila Husni juga menyebutkan sosialisasi ini, merupakan salah satu bagian dari evaluasi kerja Bawaslu selama Proses Pilkada sebagai salah satu bentuk Penyelenggara di bidang Pengawasan dalam pilkada, tentu pihaknya juga tak munafik, selama proses dan tahapan pilkada pada tahun yang lalu, selaku lembaga yang ditunjuk oleh negara tentu ada yang perlu dibenahi, agar Pemilu kedepan menjadi lebih baik lagi, dari pada sebelumnya,”tegas Laila.

“Namun, melalui masukan dari masyarakat akan menjadi cambuk bagi Bawaslu dalam melakukan pengawasan pemilu yang akan datang, hal ini juga bertujuan agar, masyarakat proaktif dalam melakukan pengawasan dan memahami haknya sebagai warga negara ,”terangnya.

Kemudian, Laila juga menambahkan, Bawaslu tidak hanya bertindak sebagai pengawas semata akan tetapi lebih dari itu, Bawaslu bisa juga sebagai hakim atau eksekutor dalam mnyelesaian masalah Pemilu/Pilkada.

Selain itu, peran utama Badan Pengawas Pemilu adalah melakukan pencegahan sebelum melakukan tindakan, disamping melakukan pengawasan seluruh tahapan Pemilu, politik uang, netralitas semua pihak dalam kampanye atau kegiatan lain yang dilarang oleh UU Pemilu.

Lebih lanjut, peran Bawaslu terhadap pelanggaran Pemilu/Pilkada yakni menerima dan mengumpulkan data hasil temuan dan laporan dari Bawaslu sendiri dan masyarakat, sementara data dugaan pelanggaran itu akan dikaji dan diproses sesuai dengan syarat formil dan syarat materil.

Dari ke dua syarat tersebut akan menentukan jenis pelanggaran yakni pidana  atau  administrasi, tentu dari kedua jenis pelanggaran ini akan diputuskan usai dikaji datanya oleh tim sentra gakkumdu (Bawaslu, Kepolisian, Kejaksaan),”Tutupnya.

Writer: BAMBANG S | KABIRO DHARMASRAYA
Editor: BS358

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *