TRC PPA Bukanlah Lembaga Kaleng Kaleng

SHOOTLINES.COM | JAKARTA – Sabtu, 28 November 2020, masalah Perempuan dan Anak telah menjadi trending topik belakangan ini, namun meski demikian tak sedikit para pelaku kejahatan yang kian merajalela.

Saya, ketua Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlundungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) tak kan tinggal diam, saya bukan type orang pengecut yang bisa DIAM di belakang meja.

Kami bukan yang terbaik, tapi Lembaga yang kami dirikan 2015 (Since – 2015) ini memang beda dari yang lainnya. Kami mengutamakan Pencegahan, Sosialisasi dan pendampingan, baksos terkait penanganan gizi anak dan pendidikan juga menjadi atensi kami.

TNI dan POLRI Adalah mitra kami dalam setiap langkah, TRC PPA lembaga mandiri yang bekerja tanpa mengandalkan anggaran negara.
TRC PPA anti pemerintah..? TIDAK.. Kami tidak anti pemerintah, kami akan mendukung pemerintahan yang sah.

Kami bekerja mengandalkan kepercayaan donatur, para dermawan yang mempunyai kepedulian terhadap permasalahan perempuan dan anak Indonesia.

Saya jalani lembaga ini dengan cara saya dan dukungan teman teman yang sangat berkompeten di bidangnya.

Kalau masih terdapat kekurangan dalam managemen lembaga ini, itu sangat logis, karena dengan keberadaan TRC PPA hampir di 20 Provinsi di Indonesia menggambarkan keberagaman, perbedaan dan kondisional, sehingga wajar masih adanya kekurangan.

Namun Maaf ..TRC PPA bukan lembaga kaleng kaleng.

TRC PPA bukan serta merta langsung ada di mana – mana, TRC PPA ini di bangun dengan jerih payah dan penuh perjuangan, ada jerih payah sahabat polisi kami, sahabat TNI, ada jerih payah tokoh pendidikan, Tokoh agama, rekan jurnalis dan para pegiat sosial lainnya.

“Bagi saya, yang mau ikut cara dan aturan TRC PPA Ayo jalankan program TRC PPA, jika tidak..silahkan tinggalkan TRC PPA”…

Kami belum pernah minta anggaran negara tanpa timbal balik yang sepadan. Kami mantapkan dan jalankan program tanpa intervensi pihak manapun.

“Perduli jangan berhitung,
Bekerja jangan tanggung.
Masalah sosial tak akan ada habisnya.

Saya akan bubarkan Korda dan Korwil yang hanya main – main saja tak pernah jalankan AD / ART.

Saya dendam dengan kemiskinan,
Saya dendam dengan tak berdayaan,
Saya dendam dengan hinaan.

Terlalu hinakah saya?

Dari situ saya tunjukan pada Dunia saya mampu.

-Khnza/TRC PPA/Bunda Naumi-

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *