SUMBAR | Sore itu, Selasa 17 Februari 2026, lantai dua komplek pertokoan Matahari Lama di Jalan Imam Bonjol, Kota Padang, menjadi saksi pertemuan sarat makna. Para tokoh senior pendiri Pemuda Pancasila Sumatera Barat berkumpul dalam satu ruang, membawa kegelisahan yang sama: keinginan kuat melihat organisasi kembali tegak dengan marwah perjuangan.
Pertemuan yang digagas Forum Senior ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Lebih dari itu, forum menjadi ruang refleksi bagi para tokoh yang pernah berada di garis depan perjalanan organisasi. Mereka datang dengan satu tujuan, menyalakan kembali api perjuangan yang dinilai mulai redup oleh dinamika zaman.
Forum dipimpin Ketua Forum Dr. Rosi Herman, ST., SH., MT., MH., didampingi Sekretaris Doni Rinaldi. Dalam suasana hangat namun penuh kesungguhan, diskusi berjalan terbuka. Setiap tokoh menyampaikan pandangan dengan satu benang merah: organisasi besar harus berani bercermin dan berubah.
Dalam penyampaiannya, Dr. Rosi Herman menekankan bahwa forum senior adalah panggilan sejarah, bukan ruang romantisme masa lalu.
“Kami tidak datang untuk menyalahkan siapa pun. Ini bentuk tanggung jawab moral. Pemuda Pancasila harus kembali pada ruh perjuangannya. Militansi, loyalitas, dan keberpihakan kepada rakyat harus dihidupkan lagi. Perubahan harus dimulai sekarang,” ujarnya tegas.
Suara penuh energi juga datang dari Nazar Tanjung. Ia menyampaikan kegelisahan yang lahir dari rasa cinta mendalam terhadap organisasi.
“Kita tidak sedang menghujat, kita ingin membangun. Darah ini mendidih melihat keadaan hari ini. Kita harus bangkit, buka mata dan hati. Pemuda Pancasila harus kembali punya makna nyata bagi masyarakat,” katanya dengan nada berapi-api.
Tokoh senior Jamalus Dt. turut menegaskan pentingnya kembali pada semangat awal berdirinya organisasi.
“Kita berkumpul karena rasa memiliki. Kalau bukan kita yang meluruskan arah, siapa lagi? Mari satukan barisan, luruskan niat, dan bangun kembali kekuatan dari bawah. Kita ingin organisasi ini kembali jadi kebanggaan bersama,” ungkapnya.
Sekretaris Forum, Doni Rinaldi, menilai forum ini sebagai jembatan antara sejarah dan masa depan. Ia menekankan pentingnya nilai perjuangan diwariskan kepada generasi penerus.
“Forum ini pengingat bahwa organisasi ini lahir dari pengorbanan. Ke depan, perubahan harus lahir dari kebersamaan, bukan kepentingan sesaat. Kita ingin generasi muda paham akar sejarahnya,” jelasnya.
Sejumlah tokoh lain yang hadir juga menyampaikan pandangan. Rusli menyoroti pentingnya kekompakan sebagai pondasi kebangkitan. Ahmad Tamboi menekankan pentingnya kehadiran nyata organisasi di tengah masyarakat. Hartos menilai pembenahan harus menyentuh hingga tingkat bawah agar perubahan tidak berhenti di wacana.
Juprardi melihat konsolidasi ini sebagai langkah awal menuju kebangkitan baru. Eka berharap kader muda diberi ruang lebih luas sebagai penerus estafet perjuangan. Agusman BC mengingatkan pentingnya menjaga nama baik organisasi. Sementara A. Taufik menegaskan bahwa persatuan adalah kunci utama menghadapi tantangan ke depan.
Berdasarkan daftar hadir, konsolidasi ini diikuti 11 tokoh senior, yakni Dr. Rosi Herman, Doni Rinaldi, Rusli, Ahmad Tamboi, Hartos, Jamalus Dt., Juprardi, Eka, Agusman BC, Nazar Tanjung, dan A. Taufik. Kehadiran lintas generasi ini memperlihatkan kuatnya ikatan emosional para pendiri terhadap perjalanan organisasi di Sumatera Barat.
Selain refleksi, forum juga merumuskan langkah konkret. Penguatan kegiatan sosial, peningkatan solidaritas kader, serta membangun kembali kepercayaan publik menjadi fokus utama. Bahkan, muncul gagasan menghidupkan kembali tradisi kebersamaan sebagai simbol soliditas internal.
Para tokoh sepakat bahwa masa depan organisasi harus ditopang kepemimpinan berkarakter kuat, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan bersama. Mereka berharap lahir figur-figur yang mampu mengangkat kembali marwah organisasi dan menjadikannya kekuatan positif bagi masyarakat.
Menjelang akhir pertemuan, optimisme terasa menguat. Forum Senior menegaskan komitmen untuk terus menjadi penjaga nilai perjuangan dan kompas moral bagi perjalanan organisasi ke depan.
Catatan Redaksi: Konsolidasi Forum Senior pendiri Pemuda Pancasila Sumatera Barat menjadi penanda bahwa semangat perubahan masih menyala di tangan para tokoh lama. Sebuah pesan kuat bahwa organisasi akan tetap berdiri kokoh jika mampu menjaga nilai, merawat persatuan, dan berani berbenah.
TIM












